Pesan yang Ku Sampaikan Untuk Aku Kecil


Waktu kecil, kita terkenal dengan anak bungsu yang begitu cengeng. Kita selalu marah dan menangis atas segala sesuatu yang tidak sesuai harapan. Rasanya, semua harus selalu diulang sampai sama persis seperti apa yang kita inginkan. Entah berapa kali kata itu diulang, mamah sampai muak mendengar teriakan "Ulangi lagi!".

Kenyataannya setelah 25 tahun hidup, kamu akan paham bahwa kecewa dan kesedihan adalah bagian terpenting dalam hidup kita. Tidak semua harus sama seperti apa yang kita inginkan. Kamu harus sedih, harus kecewa, agar kamu bisa belajar menjadi manusia seutuhnya. 

Ada masa dimana pikiran kita kusut, jantung yang berdetak terlalu kencang, tangan yang gemetar, eforia yang tak mampu kita kuasai, hingga air mata yang mulai rutin menyapa. Kita adalah manusia ekspresif yang tak mampu berbohong. Sebenci apapun kita terhadap tubuh ini, kita akhirnya menyadari bahwa menerima dan mengakui terlahir dengan serba kurang adalah salah satu cara ampuh berdamai dengan kehidupan. 

Memeluk Haykal dengan segala kurangnya adalah bentuk kasih sayang terindah yang pernah kita lakukan. Menerima diri kita seutuhnya menjadi satu kekuatan baru dalam melewati berbagai cerita dan lembar kehidupan. Kamu punya kurang, dan itu tidak apa-apa.

Manusia silih berganti menyapa datang dan pergi, lalu akhirnya kamu akan menemukan apa arti kasih sayang dan ketulusan. Bagaimana pun kamu, mereka memilih mu apa adanya. Cinta, pada akhirnya tidak mampu lagi hanya didefinisikan melalui serangkaian huruf dan kata nan indah. Cinta lahir sesederhana atas dasar kata tulus dan apa adanya. 

Ketika hal itu terjadi, kita mampu berjalan melewati anak tangga kehidupan satu persatu. Semua terlewati, tapi tak menutup kemungkinan cerita lama terulang. Namun, ingatlah. Kita pernah melewatinya dan kita pantas untuk berhasil, kita selalu pantas untuk bahagia.

Kita selalu pantas untuk pulang.

Komentar

Postingan Populer