Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Pesan yang Ku Sampaikan Untuk Aku Kecil

Waktu kecil, kita terkenal dengan anak bungsu yang begitu cengeng. Kita selalu marah dan menangis atas segala sesuatu yang tidak sesuai harapan. Rasanya, semua harus selalu diulang sampai sama persis seperti apa yang kita inginkan. Entah berapa kali kata itu diulang, mamah sampai muak mendengar teriakan "Ulangi lagi!". Kenyataannya setelah 25 tahun hidup, kamu akan paham bahwa kecewa dan kesedihan adalah bagian terpenting dalam hidup kita. Tidak semua harus sama seperti apa yang kita inginkan. Kamu harus sedih, harus kecewa, agar kamu bisa belajar menjadi manusia seutuhnya.  Ada masa dimana pikiran kita kusut, jantung yang berdetak terlalu kencang, tangan yang gemetar, eforia yang tak mampu kita kuasai, hingga air mata yang mulai rutin menyapa. Kita adalah manusia ekspresif yang tak mampu berbohong. Sebenci apapun kita terhadap tubuh ini, kita akhirnya menyadari bahwa menerima dan mengakui terlahir dengan serba kurang adalah salah satu cara ampuh berdamai dengan kehidupan.  M...

Postingan Terbaru

Jiwa-Jiwa yang Disiksa

Luka yang Tidak Diizinkan Untuk Sembuh

Rinjani: Kenapa Aku Harus Hidup?

Aku Pergi Dulu

Jangan Depresi (Lagi)

Sisi Lain Letak Titik Hidup

Bunga Mawar

Jika Hidup Mu Berat

Survive

Ketika Hidup Tidak Lagi Sesuai Keinginan

Hikmah Dahsyat Hanya dari Cerita Singkat

Kepulangan (Draft Panjang)

Titik Buntu Tertentu

Agar Berjalan Baik

Takut (Lanjutan)

Takut

23 Years Old

Ini Pesan Untuk: Ramadhan

Kata 'Aku' yang Dulu Kepada Ku Hari Ini

Rasa-Rasa Yang Tak Terselesaikan

Silent Treatment

Kamu Masih di Langit

Cermin

Sendiri

Manusia dan Misterinya

Daun Melayu