Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Jiwa-Jiwa yang Disiksa

Aku punya kesempatan untuk bahagia seumur hidup. Kesempatan itu adalah tentang memaafkan. Memaafkan manusia yang dengan sengaja membuat luka dalam, lalu pergi seakan tidak sengaja dan tidak merasa. Memaafkan situasi dan segala cerita yang katanya sudah ditakdirkan, garis kehidupan.  Aku adalah rona kegelapan dalam kesendirian. Titik semu dari titik yang tak terhingga di luasnya bumi dan alam semesta. Cerita ku terlupakan, mata ku, nafas ku, ucapakan ku, hingga hati yang pernah tulus memberi. Memilih mati pun tidak akan peduli. Ini lah manusia. Pendusta handal,  antara lisan, penampilan, hingga jiwa. Lisan ku memaafkan, tapi hati ku, selalu meminta keadilan. Keadilan atas jiwa-jiwa tersiksa selain diri sendiri. Jiwa-jiwa tersika dengan mulut yang dipaksa diam untuk bersua. Jiwa-jiwa tersiksa dengan 2 tangan menganga langit malam. Jiwa-jiwa tersiksa dengan air mata bak deras hujan. Jiwa-jiwa tersiksa dengan kegelisahan hati  dan suara pikiran. Jiwa-jiwa tersiksa yang sengaj...

Postingan Terbaru

Luka yang Tidak Diizinkan Untuk Sembuh

Rinjani: Kenapa Aku Harus Hidup?

Aku Pergi Dulu

Jangan Depresi (Lagi)

Sisi Lain Letak Titik Hidup

Bunga Mawar

Jika Hidup Mu Berat

Survive

Ketika Hidup Tidak Lagi Sesuai Keinginan

Hikmah Dahsyat Hanya dari Cerita Singkat

Kepulangan (Draft Panjang)

Titik Buntu Tertentu

Agar Berjalan Baik

Takut (Lanjutan)

Takut

23 Years Old

Ini Pesan Untuk: Ramadhan

Kata 'Aku' yang Dulu Kepada Ku Hari Ini

Rasa-Rasa Yang Tak Terselesaikan

Silent Treatment

Kamu Masih di Langit

Cermin

Sendiri

Manusia dan Misterinya

Daun Melayu